Wednesday, February 18, 2009

Dua Titik Jalan Martapura Lama Putus

Saturday, 03 January 2009 12:58 redaksi
MARTAPURA - Ruas Jalan Martapura lama yang menjadi alternatif warga dari kota Martapura menuju Banjarmasin dan sebaliknya putus. Penyebabnya tidak lain akibat luapan sungai Martapura yang merendam ruas jalan sehingga mengganggu akses transportasi darat di kawasan setempat.

Terputusnya akses jalan alternatif yang menjadi pilihan utama pengendara guna menghindari kemacetan di ruas Jalan A Yani dari arah kota Martapura menuju kota Banjarmasin dan sebaliknya ini terjadi di dua titik. Pertama di desa Sungai Batang dan titik kedua di desa Tangkas kecamatan Martapura Barat.

Di titik pertama desa Sungai Batang RT 1, luapan air sungai merendam aspal jalan setinggi 30 centimeter dan berarus deras karena air dari persawahan meluncur ke aliran sungai Martapura yang posisinya lebih rendah. Akibatnya, akses jalan terganggu dan tidak dapat dilewati kendaraan secara normal.

Jalan keluarnya, warga setempat membuat batang bambu dan kayu yang dirakit memanjang mencapai 50 meter lebih sehingga bisa dilewati orang dan sepeda motor dengan cara dituntun. Setiap kendaraan yang melintas dikenakan pungutan sukarela sebagai ganti pembuatan jembatan darurat ini.

Namun karena jembatan darurat yang dibikin hanya satu sehingga orang maupun sepeda motor yang ingin melintas terpaksa bergantian menunggu giliran. Sedangkan bagi kendaraan roda empat terpaksa harus melintas hati-hati dan perlahan karena tingginya air dan derasnya arus membuat aspal menjadi licin.

Ketua RT 1, Mulkani menuturkan, air yang merendam aspal sepanjang 100 meter lebih di desanya sudah berlangsung selama 20 hari. Akibat ketinggian air yang memutus jalan sehingga warga secara gotong royong membuat rakit dari batang bambu dan kayu untuk menyeberangkan orang dan sepeda motor.

"Pembuatan rakit bambu ini atas keinginan warga setempat karena mereka kesulitan melintas. Selain itu, kami juga kasihan melihat pengendara motor yang harus baik arah karena jalan terputus sehingga berinisiatif membuat rakit secara swadaya," ujar Mulkani kepada Mata Banua, Jum'at siang.

Sementara itu, putusnya ruas jalan di desa Tangkas terjadi selain akibat luapan air juga disebabkan belum selesainya pembangunan jembatan di desa setempat. Sama dengan apa yang dilakukan warga desa Sungai Batang, warga setempat juga membikin jembatan darurat berupa titian dari kayu.

Titian yang hanya bisa dilewati orang dan sepeda motor dengan cara dituntun ini dibuat dua arah sehingga lalu lintas relatif lebih cepat. Namun, tetap saja akibat akses jalan yang terputus ini memperlambat jalur transportasi disamping memaksa pengendara mengeluarkan biaya tambahan.

"Ya, terganggu sih pasti. Selain itu, juga terpaksa keluar duit untuk bayar jasa menyeberangkan motor. Harapan kami, gangguan ini menjadi perhatian serius pemerintah dan segera mencari cara menanggulanginya sehingga tidak terulang setiap tahun," ujar satu pengendara saat dimintai komentarnya. yoi
Comments    

2 comments:

Unknown said...
This comment has been removed by the author.
Unknown said...

sebenarnya banjir di martapura apa memang sudah menjadi tradisi di setiap tahun atau karena ulah orang-orang yang tak bertangung jawab karena merusak lingkungan....
by : firdaus
http://putramartapura.blogspot.com/