Label Cloud

Wednesday, June 18, 2008

Warga Kian Ketakutan

Sabtu, 07-06-2008 | 00:45:25

•  Longsor Gunung Jambangan Makin Parah

KOTABARU, BPOST - Warga unit permukiman transmigrasi (UPT) Desa Kumang Kumang, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kotabaru, makin dicekam ketakukan. Selain longsor yang semakin parah, Gunung Jambangan telah mengeluarkan asap dan kerikil.

Sebanyak 36 kepala keluarga (KK) yang tinggal di lokasi itu sudah mengungsi. Mereka untuk sementara menempati rumah kosong-kosong di UPT.

Rianto, warga setempat, mengatakan, asap dan batu-batu kerikil yang dikeluarkan gunung Jambangan membuat warga semakin tidak tenang.

"Sebelum terjadi longsor lebih besar, kami mencari lokasi yang lebih aman. Kalau malam warga tidur di rumah-rumah kosong. Warga baru pulang ke rumah siang, itu pun kalau keadaan dianggap aman," kata Rianto, dihubungi via telepon.

Rianto mengaku trauma dengan gempa, rumahnya di Jogyakarta luluh lantak akibat gempa. "Saya khawatir longsor semakin besar dan menimbun rumah kami," kata transmigran asal Bantul itu.

Longsor di Gunung Jambangan terjadi sejak, Kamis (5/6), namun, kata Rianto, pemerintah daerah belum mengeluarkan peringatan longsor tersebut membahayakan atau tidak bagi warga setempat.

"Pernyataan pemerintah daerah sangat kami harapkan. Kami tidak tenang kalau belum mendapat keterangan dari pemeritah daerah, longsor itu membahayakan atau tidak bagi warga," pinta Rianto.

Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kotabaru Sajidan, mengatakan, pihaknya akan membentuk tim teknis yang akan menyatakan longsor tersebut membahayakan atau tidak bagi warga yang tinggal lokasi itu.

"Saya mengimbau kepada warga agar tidak panik dulu, sambil kita membentuk tim sementara yang melibatkan dari beberapa pihak terkait. Karena Satlak tidak bisa menentukan longsor itu berbahaya atau tidak," kata Sajidan. (SK/hel)

Belasan Hektare Padi Gagal Panen

Jumat, 06-06-2008 | 00:32:12

PELAIHARI, BPOST - Banjir yang melanda Desa Asam Asam, Kecamatan Jorong, menimbulkan masalah serius bagi sejumlah korban banjir setempat. Tanaman padi yang siap panen, rusak seketika akibat terendam air bah.

"Laporan yang masuk setidaknya tercatat 12 hektare tanaman padi yang gagal panen. Padahal rata-rata sudah siap panen, sudah berbulir dan tinggal menunggu masaknya saja," ucap Kaur Pemerintahan Desa Asam Asam Rusdi, Kamis (5/6).

Hamparan sawah yang rusak tersebut berada di wilayah Rt 9. Rata-rata luasan garapan milik petani setempat dua hektare.

Banjir melanda Asam Asam sejak Selasa pekan lalu dan menyebabkan rumah milik 620 KK (1.698 jiwa) terendam air hingga dua meter. Air bah sempat surut, namun kemudian naik lagi menyusul turun hujan lebat hingga jumlah korbannya menjadi 706 (1.957 jiwa) di 15 RT.

Kini seiring membaiknya cuaca, genangan air sebagian sudah mengering. "Alhamdulillah banjirnya sudah kering, tidak ada lagi rumah warga yang kebanjiran. Semuanya sudah kembali. Saya sendiri sudah kembali ke rumah sejak Selasa," tutur Rusdi, warga wilayah RT 5 yang merupakan titik banjir terparah di Asam Asam. Lima lokasi lainnya yang juga parah yaitu di RT 23, 20, 22, 10, dan 18.

Sebagian besar warga Asam Asam sebagai petani padi. Itu sebabnya mereka sangat terpukul dengan banjir kali ini.

"Mereka yang padinya gagal panen sudah pasti bakal terimpit ekonomi keluarganya. Untuk itu kami berharap masih ada bantuan pangan atau bentuk lainnya," ucapnya seraya mengatakan bantuan yang telah diterima selama ini masih kurang.

"Hasil mencari ikan dan membuat daun atap nipah itu pun tak seberapa. Syukur-syukur bisa untuk makan sehari-hari, tapi pasti itu tidak bisa terlalu diandalkan untuk hidup," tambah Rusdi. (roy)

Atmari Langsung Tinjau Banjir

Selasa, 03-06-2008 | 00:50:29

PELAIHARI, BPOST - Hari pertama ngantor sebagai wakil bupati, Senin (2/6), H Atmari langsung terjun ke lapangan. Orang nomor dua di Bumi Tuntung Pandang ini meninjau lokasi banjir di wilayah Kecamatan Jorong dan Kintap.

Sebelumnya Atmari memimpin apel Senin pagi di halaman kantor Bupati di Jalan A Syairani. Biasanya tiap Senin awal bulan, pembina upacaranya adalah Bupati, namun karena Bupati H Adriansyah sedang menghadiri hari jadi Kotabaru, pembina upacara diambilalih Atmari.

Kehadiran Atmari di tengah kalangan PNS di lingkup Pemkab Tala bukan hal baru. Pasalnya, sebelumnya yang bersangkutan juga mantan pejabat Pemkab Tala dengan jabatan terakhir sekretaris daerah.

Di hadapan ratusan PNS yang mengikuti apel Senin pagi, Atmari mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat Tala, termasuk kalangan PNS, terhadap dirinya sehingga ia terpilih menjadi wabup mendampingi H Adriansyah. Ia juga meminta PNS Tala untuk terus meningkatkan kinerja dan disiplin.

Usai memimpin apel, Atmari langsung meluncur ke RSUD Hadji Boejasin melihat fasilitas fisik di rumah sakit milik daerah itu. Kepada Kadiskes dr H Gt Rifaniansyah dan Direktur RSUD Hadji Boejasin, ia meminta agar keterbatasan sarana dan prasarana segera dilengkapi. Ruangan pasien hingga WC yang tidak layak lagi, mesti diperbaiki demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Atmari juga menyempatkan diri mengunjungi pasien gizi buruk akibat TBC, Maria Nunung Sri Handayani (12), yang dirawat di ruang isolasi bangsal penyakit anak.

Usai dari rumah sakit, Atmari langsung menuju Kintap meninjau lokasi banjir di Kecamatan Jorong dan Kintap.Di Kintap ada dua desa yang juga kebanjiran (Kintap dan Kintap Lama), namun banjir di tempat ini tidak parah dan hanya puluhan rumah saja yang terendam.

Banjir terparah terjadi di Asam-Asam, sejak Selasa (27/5) silam. Tercatat 706 KK (1.957 jiwa) di 12 RT yang rumahnya terendam. Namun banjir telah surut, kurang lebih setengah rumah warga yang kebanjiran telah kering.

Para korban banjir sendiri telah mendapatkan bantuan pangan dari Pemkab Tala. “Yang sudah kami salurkan dua ton beras, 20 dos mie instan, dan lima dos kecap,” beber Plt Kadis PMD Kesos H Abdul Halim. (roy)