Wednesday, August 27, 2008

Mahasiswa Unlam Tewas Terseret Banjir

Kamis, 28 Agustus 2008
BATULICIN - Air yang menggenangi rumah puluhan warga dan jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Banjarmasin-Batulicin, di Desa Sebamban Lama dan Baru Kecamatan Sungai Loban, berangsur-angsur surut. Sejak Salasa (26/8), malam kemarin, armada angkutan umum dan pribadi sudah bisa lewat.

Dalam musibah banjir itu, seorang mahasiswa Unlam Banjarmasin bernama Rijal Firmansyah, tewas tenggelam. Mahasiswa yang tinggal di Pasar Sabtu Gang Ceria Desa Tungkaran Pangeran Kecamatan Simpang Empat, ini terseret arus bersama sepeda motor

Yamaha Zupiter MX warna merah dengan Nopol DA 4610 ZG, miliknya sendiri.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun koran ini, malam itu korban bermaksud pulang ke Batulicin. Tiba di lokasi banjir, Rijal bermaksud menyeberang. Padahal, di lokasi banjir itu sudah ada larangan untuk tidak melakukan aktivitas penyeberangan.

“Itu perintah dari Kapolsek Sungai Loban Ipda Trias,” ujar Imroh AH, yang ikut mencari jasad korban.

Namun, lewat tengah malam, Rijal nekat juga. Saksi mata melihat sekitar pukul 01.00 Wita, sepeda motor dituntun seorang laki-laki (Rijal, red) menyeberangi arus yang sangat deras itu. Akibatnya, keduanya terseret arus hingga langsung menghilang. Paska kejadian itu, tidak ada satupun warga yang berani memberikan pertolongan. Sepeda motor sendiri baru ditemukan Selasa (26/8), siang kemarin sekira pukul 11.00 Wita. Sementara itu, hingga pukul 15.00 Wita, kemarin, jasad Rijal belum juga ditemukan. Untuk mencari jasad korban, puluhan orang diterjunkan dengan menggunakan ketinting. Anggota Satkorlak Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga turun tangan dengan menggunakan speed boat dibantu personel TNI dan Polri. Pencarian dilakukan tak jauh dari sekitar jasad korban pertama tenggelam hingga jarak 300 meter dari jalan. (kry)

No comments: