Thursday, January 11, 2007

Bingung Atasi Lumpur Barambai

Selasa, 02 Januari 2007 00:23:20
Banjarmasin, BPost
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin belum berani mengambil langkah tegas terkait munculnya semburan lumpur di Barambai, Barito Kuala.

Rudy mengaku masih menunggu balasan surat yang dilayangkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro. Inti surat itu adalah mempertanyakan bagaimana lumpur itu diperlakukan, apakah ditutup, dieksploitasi gasnya atau diserahkan kepada pihak swasta.

"Kalau diserahkan kepada pihak swasta, lalu bagaimana dengan masyarakat sekitar, apa perlu mereka direlokasi?," kata Rudy kepada wartawan di kantornya, Jumat (5/1).

Rudy juga ingin mengetahui hasil penelitian yang dilakukan Departemen ESDM. Menurutnya, penyampaian hasil penelitian beserta penjelasannya itu diperlukan sebagai kepastian bagi warga dan pemerintah daerah setempat. Selama ini baik warga maupun pemerintah masih bertanya-tanya atas fenomena alam tersebut.

Rudy menambahkan, hasil penelitian sementara memang memastikan bahwa Lumpur Barambai yang keluar dari sumur bor tersebut tidak berbahaya bagi warga sekitar. Disebutkan juga bahwa lumpur tersebut sebenarnya bermanfaat.

Sayangnya, kata Rudy tidak dijelaskan secara rinci terutama mengenai deposit kandungan energi yang katanya bermanfaat bagi rumah tangga tersebut. Begitu juga apa tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.

Selain melaporkan kepada Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Rudy mengaku telah menyampaikan hal sama kepada Menteri Tenga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno dalam kesempatan kunjungan ke Barito Kuala (Batola), Kamis (4/1) kemarin.

"Pak Menteri Erman Suparno hari Jumat ini, berjanji membawanya dalam sidang kabinet untuk menentukan langkah penanganan lumpur Barambai tersebut, jangan sampai dibiarkan tanpa kepastian," ungkapnya.

Erman sendiri pada kesempatan kunjungan ke lokasi semburan lumpur Barambai berjanji memberikan ganti rugi kepada warga yang rumahnya tenggelam akibat semburan lumpur. Tercatat 15 kepala keluarga transmigran asal Bali tinggal di sekitar semburan lumpur.

Erman juga berjanji memberikan bantuan penggantian rumah khusus bagi tujuh kepala keluarga yang rumahnya terkena semburan lumpur dan gas. Mereka diminta tak perlu khawatir dan cemas. Sebab para ahli telah menyatakan semburan lumpur tidak membahayakan.

Memasuki hari ke-42, semburan lumpur Barambai belum menunjukkan tanda akan berhenti. Bahkan lubang semburan dari hari ke hari makin lebar. Kondisi ini membuat warga cemas. "Ini musim hujan takut meluap," kata Ketut Murte, warga setempat.ais/ant/lec

Copyright © 2003 Banjarmasin Post

No comments: