Tuesday, January 08, 2008

Tagana Buka Posko Bencana Alam

Kamis, 13 Desember 2007
Radar Banjarmasin

RANTAU,- Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam di Tapin, Tagana Tapin sudah mempersiapkan Posko bencana alam, yang berlokasi di Jalan SPG, persis di depan Kantor Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat. Selain posko, stok logistik pun sudah lengkap, dan siap didistribusikan kapan saja bila dibutuhkan.

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Tagana Kabupaten Tapin Sugiri SAp kepada Koran ini. “Kita sudah mempersiapkan seluruh kebutuhan untuk antisipasi bencana alam di Tapin. Mulai dari pendirian posko bencana alam, hingga kebutuhan logistik sudah siap semuanya,” ujar Sugiri.

Dijelaskan Sugiri, untuk Posko bencana alam ini setiap hari akan ada 6 orang petugas yang jaga. Posko ini pun dilengkapi dengan sarana komunikasi radio, Handi Talkie, dan telpon flexy. Pemkab Tapin memberikan dana bantuan Rp12.100.000,00 untuk kebutuan sarana komunikasi tersebut.

Menurut Sugiri, kesiapan logistik sudah lengkap, mulai dari sandang, pangan, family wear dan kid wear atau pakaianan anak orang dewasa. Bahkan, peralatan dapur umum pun sudah siap pakai.

Sedangkan untuk personil Tagana sendiri, ada 60 orang yang siap diterjunkan ke lokasi bencana alam, tambah Sugiri. “Anggota Tagana ini sudah dilatih secara khusus untuk menangani bencana di Tapin. Bahkan, bila diperlukan, perahu karet pun anggota kami siap menyediakannya,” jelas Sugiri.

Untuk Tapin, kata Sugiri yang diwaspadai adalah bencana banjir. “Dalam 2 tahun ini, bencana alam yang terjadi adalah banjir. Ada 3 kecamatan di Tapin yang menjadi langganan banjir. Seperti di Kecamatan Piani, Bungur, dan Tapin Utara. Sedangkan bencana lainnya adalah kebakaran, namun dalam jumlah yang kecil saja. Seluruh persiapan, mulai logistik hingga personil sudah siap semuanya. Tolong bantu doa, mudah-mudahan bencana alam tidak melanda Tapin,” harap

Gapensi Bantu Korban Puting Beliung

Jumat, 30 November 2007
Radar Banjarmasin

BATOLA,- Kepedulian terus mengalir untuk korban angin puting beliung yang menimpa warga Kecamatan Mekarsari. Adalah BPD Gapensi Batola, melalui Sekretaris Gapensi Batola Ir Rahmadianoor yang menyampaikan bantuan kemanusiaan itu. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban penderitaan masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Ahad (11/11) sekitar pukul 17.00, kepanikan melanda beberapa desa di Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Batola. Sapuan angin puting beliung terjadi secara tiba-tiba. Puluhan rumah warga di desa setempat porak poranda.

Dari data yang diperoleh wartawan koran ini, dari Desa Tinggiran Darat tercatat 11 KK yang kehilangan tempat tinggal, di Desa Tinggiran Tengah 10 KK, dan 7 KK dari Desa Jelapat II.

Menurut Rahmadianoor, bantuan Gapensi itu diberikan untuk mereka yang memerlukan. “Dari bencana yang dialami warga di Mekarsari, kami anggota Gapensi merasa terpanggil. Rasa kepedulian kami terlecut. Dan inilah wujud kepedulian kami dengan memberikan bantuan kepada 28 KK yang menjadi korban sapuan angin puting beliung,” ujar Rahmadianoor.

Dia mengatakan, agar masyarakat tidak melihat dari nilai bantuan. Tapi ia berharap dapat merasakan sebagai tanda kepedulian atas sesama. “Terimalah apa adanya sebagai bentuk kepedulian kami atas musibah tersebut. Partisipasi serta kepedulian dan perhatian kami itu, insya Allah akan menjadi dukungan moril bagi korban agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi musibah ini,” ucapnya.

Kegiatan seperti itu, tambah dia, merupakan partisipasi atau sumbangan para anggota Gapensi dengan cara menyisihkan uang sebesar 1 persen dari total nilai proyek yang mereka dapatkan. (gsr)

”Antisipasi Banjir Sejak Dini” Jamhari: Keruk Sungai Astambul

Selasa, 27 November 2007
Radar Banjarmasin

MARTAPURA– Pemkab Banjar diingatkan untuk sedini mungkin mengantispasi datangnya banjir di tahun 2008 mendatang. Apalagi di sebagian daerah Kalsel banjir sudah melanda. Seperti di Kabupaten Balangan.

“Jika melihat kondisi alam, memang banjir tidak akan melanda daerah kita dalam waktu dekat ini. Tetapi melihat pengalaman yang sudah-sudah, tidak berlebihan jika antispasi sudah dilakukan sejak dini,” imbau Wakil Ketua Komisi IV H Jamhari, kemarin.

Menurut dia, selain sarana dan prasarana umum banyak yang rentan bencana banjir, areal pertanian juga tak kalah rentannya. Seperti Kecamatan Astambul, sebagian Martapura Kota, Martapura Timur dan Barat selalu menjadi daerah langganan banjir.

“Untuk areal pertanian, Jamhari menggarasibawahi antisipasi yang sangat penting dilakukan oleh pemerintah adalah ketersediaan bibit tanaman padi,” katanya.

Pun demikian, Jamhari menegaskan, untuk mengatasi persoalan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Tanpa kesadaran dan peran aktif masyarakat, semua penanganan yang dilakukan tidak bakal berjalan maksimal.

“Paling gampang peran aktif masyarakat adalah menjaga saluran-saluran air tetap normal. Jangan lah membuang sampah sembarangan di tempat-tempat aliran sungai. Iya ‘kan sungai-sungai penting di Kabupaten Banjar saat ini banyak yang mengalami kedangkalan,” katanya.

Makanya, tambah politikus PKS Kabupaten Banjar ini, tanpa kepedulian yang baik dari masyarakat, persoalan banjir ini tidak bakal bisa diatasi dengan baik.

Lebih jauh Jamhari mengungkapkan, sungai-sungai yang saat ini kondisinya mengalami pendangkalan parah antara lain Sungai Astambul yang mengalir ke arah desa Kelampaian.

“Lihat saja di muara Sungai Astambul yang mengalir ke Sungai Tuan. Kalau pernah menyaksikan kondisi sungai itu pada tahun 1980-an lalu, baik kedalaman maupun lebar sungai sudah jauh lebih dangkal dan sempit. Nah, dengan kondisi aliran sungai seperti itu, sangat wajar jika air hujan tidak bisa tertampung dengan baik dan akhirnya meluap ke areal persawahan,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah itu, Jamhuri menyarankan untuk melakukan pengerukan dasar sungai. Atau bisa juga dengan melakukan normalisasi sungai.

Sekadar diketahui, sungai tersebut mengaliri ribuan hektare areal persawahan. Seperti di Desa Kelampaian, Sungai Tuang, Sungai Putat, Limamar, Akar Baru, Munggu Raya sebagian Kampung Melayu dan banyak daerah pertanian lainnya lagi.(yan)