Showing posts with label Puting Beliung. Show all posts
Showing posts with label Puting Beliung. Show all posts

Tuesday, June 17, 2008

Seluruh Daerah Rawan Puting Beliung

Selasa, 25-03-2008 | 00:40:25

• Pohon Tumbang Timpa Kios
• Pesisir dan Hulu Sungai Paling Rawan

BANJARBARU, BPOST - Warga Kalsel diminta mewaspadai ancaman cuaca buruk dalam sepekan ke depan. Hujan deras, disertai angin kencang puting beliung sangat berpotensi terjadi di seluruh daerah di Kalimantan. Paling terparah, di kawasan pesisir dan Hulu Sungai.

Di Banjarbaru akibat angin kencang Senin (23/3) dinihari membuat lebih dari lima batang pohon tumbang. Satu di antaranya, pohon waru besar berukuran berdiameter 70 sentimeter di Jalan A Yani kilometer 25, menimpa dua kios warga.

Akibatnya, satu bengkel milik Huda dan satu kios perlengkapan pertanian milik Muharto di sana rusak. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, keduanya diperkirakan menderita kerugian ratusan juta rupiah setelah rumah usahanya hancur ditimpa pohon akibat angin kencang.

Peristiwa ini mengulang kejadian serupa akhir 2007. Waktu itu, pohon waru di depan Radar Bandara ini roboh menghalangi jalan. Juga ada satu pohon besar berdiameter sekitar 30 sentimeter di taman air mancur Minggu Raya sempat menimpa seorang pengendara sepeda motor. Beruntung, pengendaranya selamat dan hanya mengalami luka ringan berupa lecet di beberapa bagian tubuhnya.

Satelit di Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Staisun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru menangkap angin malam itu berkekuatan dahsyat yakni sampai 23 knot atau setara dengan 46 kilometer/jam. BMG menangkap gejala serupa munculnya angin tersebut bakal terulang sampai akhir Maret.

Prediksi ini dikuatkan dengan munculnya awan comulunimbus (CB) atau awan pembentuk hujan yang diakibatkan terbentuknya banyak tekanan udara rendah (low pressure) di sekitar Samudera Hindia. Setidaknya lebih dari lima titik tekanan udara rendah terlihat di sepanjang laut Jawa sampai daerah ekuator sehingga imbasnya hujan deras disertai angin kencang karena terbentuknya awan CB itu.

Fenomena alam ini diperparah dengan munculnya Maddane Julian Osilation (MJO) atau pergerakannya yang sampai menuju Indonesia. Jika sampai di Indonesia, cuaca ekstrim yang semula sudah terbentuk semakin ekstrim. Awan-awan aktif pembentuk hujan pun kian bertambah saja dan imbasnya sampai ke Banua. Tidak heran, jika pada siang hari cuaca di Kalsel cukup panas, maka pada sore harinya langsung hujan.

"Kalau di Kalsel, daerah yang perlu diwaspadai adalah sebelah Timur dan Utara yakni daerah Tanah Bumbu dan Kotabaru juga Hulu Sungai dan sebagian Kabupaten Banjar," ucap Wayan prakirawan Stasiun Meteorologi diamini Riza prakirawan yang lainnya.

Gejala angin kencang ini begitu cepat dan tak bisa diprediksi. "Berbeda dengan angin yang diakibatkan badai tropis yang terjadi berhari-hari," timpal Dwi Agus Priyono, Kepala BMG Stasiun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor. (niz)
Daerah Lapang Lebih Waspada

BMG juga mewanti-wanti masyarakat agar mengantisipasi cuaca buruk ini, khususnya bagi mereka yang tinggal di areal lapang dengan vegetasi kurang. Angin puting beliung lebih sering menyapu tanah lapang tanpa tanaman dan sangat jarang terjadi di perbukitan atau hutan yang lebat.

Rumah non permanen pun wajib waspada karena hantaman keras angin ini juga kerap terjadi menimpa rumah jenis kayu tanpa beton. Termasuk rumah yang beratap seng/asbes maupun daun nipah.

Hal yang sama juga bisa terjadi di lautan. Saat ini cuaca buruk juga terjadi di Laut Jawa, kendati tinggi gelombang masih normal, maksimal hanya setinggi dua meter. Cuaca buruk angin kencang (water spot) ditambah hujan dan petir terjadi di perairan yang kerap dilalui kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari Kalsel. (niz)

Kenali Gejala Angin Kencang :
• Suhu udara sebelumnya pengap.
• Segera berlindung tatkala gumpalan awan mulai menghitam dalam jumlah banyak.
• Waspada saat hujan disertai petir, karena biasanya agin puting beliung atau angin puyuh satu paket dengan turunnya hujan.
• Cermati kalau ada lintasan angin semakin cepat dalam waktu singkat karena angin kencang seperti puting beliung biasanya berdurasi pendek.
• Waspada jika ada angin kencang di sekitar anda dengan radius 5 kilometer, karena angin ini menyerang pada radius itu.

Sumber: BMG Stasiun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru

Antisipasi Angin Puting Beliung :
• Segera tebang pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh sehingga saat angin puting beliung menyapu tidak langsung roboh.
• Perhatikan atap rumah, segera ganti atapnya jika rapuh karena akan memudahkan angin menghempaskan rumah.
• Hindari mendekati awan gelap yang muncul tiba-tiba dari sebelumnya awan cerah.
• Cepat berlindung atau menjauh dari lokasi karena fenomena ini sangat cepat terjadi.

Tuesday, June 10, 2008

seluruh Daerah Rawan Puting Beliung

Selasa, 25-03-2008 | 00:40:25


• Pohon Tumbang Timpa Kios
• Pesisir dan Hulu Sungai Paling Rawan

BANJARBARU, BPOST - Warga Kalsel diminta mewaspadai ancaman cuaca buruk dalam sepekan ke depan. Hujan deras, disertai angin kencang puting beliung sangat berpotensi terjadi di seluruh daerah di Kalimantan. Paling terparah, di kawasan pesisir dan Hulu Sungai.

Di Banjarbaru akibat angin kencang Senin (23/3) dinihari membuat lebih dari lima batang pohon tumbang. Satu di antaranya, pohon waru besar berukuran berdiameter 70 sentimeter di Jalan A Yani kilometer 25, menimpa dua kios warga.

Akibatnya, satu bengkel milik Huda dan satu kios perlengkapan pertanian milik Muharto di sana rusak. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, keduanya diperkirakan menderita kerugian ratusan juta rupiah setelah rumah usahanya hancur ditimpa pohon akibat angin kencang.

Peristiwa ini mengulang kejadian serupa akhir 2007. Waktu itu, pohon waru di depan Radar Bandara ini roboh menghalangi jalan. Juga ada satu pohon besar berdiameter sekitar 30 sentimeter di taman air mancur Minggu Raya sempat menimpa seorang pengendara sepeda motor. Beruntung, pengendaranya selamat dan hanya mengalami luka ringan berupa lecet di beberapa bagian tubuhnya.

Satelit di Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Staisun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru menangkap angin malam itu berkekuatan dahsyat yakni sampai 23 knot atau setara dengan 46 kilometer/jam. BMG menangkap gejala serupa munculnya angin tersebut bakal terulang sampai akhir Maret.

Prediksi ini dikuatkan dengan munculnya awan comulunimbus (CB) atau awan pembentuk hujan yang diakibatkan terbentuknya banyak tekanan udara rendah (low pressure) di sekitar Samudera Hindia. Setidaknya lebih dari lima titik tekanan udara rendah terlihat di sepanjang laut Jawa sampai daerah ekuator sehingga imbasnya hujan deras disertai angin kencang karena terbentuknya awan CB itu.

Fenomena alam ini diperparah dengan munculnya Maddane Julian Osilation (MJO) atau pergerakannya yang sampai menuju Indonesia. Jika sampai di Indonesia, cuaca ekstrim yang semula sudah terbentuk semakin ekstrim. Awan-awan aktif pembentuk hujan pun kian bertambah saja dan imbasnya sampai ke Banua. Tidak heran, jika pada siang hari cuaca di Kalsel cukup panas, maka pada sore harinya langsung hujan.

"Kalau di Kalsel, daerah yang perlu diwaspadai adalah sebelah Timur dan Utara yakni daerah Tanah Bumbu dan Kotabaru juga Hulu Sungai dan sebagian Kabupaten Banjar," ucap Wayan prakirawan Stasiun Meteorologi diamini Riza prakirawan yang lainnya.

Gejala angin kencang ini begitu cepat dan tak bisa diprediksi. "Berbeda dengan angin yang diakibatkan badai tropis yang terjadi berhari-hari," timpal Dwi Agus Priyono, Kepala BMG Stasiun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor. (niz)
Daerah Lapang Lebih Waspada

BMG juga mewanti-wanti masyarakat agar mengantisipasi cuaca buruk ini, khususnya bagi mereka yang tinggal di areal lapang dengan vegetasi kurang. Angin puting beliung lebih sering menyapu tanah lapang tanpa tanaman dan sangat jarang terjadi di perbukitan atau hutan yang lebat.

Rumah non permanen pun wajib waspada karena hantaman keras angin ini juga kerap terjadi menimpa rumah jenis kayu tanpa beton. Termasuk rumah yang beratap seng/asbes maupun daun nipah.

Hal yang sama juga bisa terjadi di lautan. Saat ini cuaca buruk juga terjadi di Laut Jawa, kendati tinggi gelombang masih normal, maksimal hanya setinggi dua meter. Cuaca buruk angin kencang (water spot) ditambah hujan dan petir terjadi di perairan yang kerap dilalui kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari Kalsel. (niz)

Kenali Gejala Angin Kencang :
• Suhu udara sebelumnya pengap.
• Segera berlindung tatkala gumpalan awan mulai menghitam dalam jumlah banyak.
• Waspada saat hujan disertai petir, karena biasanya agin puting beliung atau angin puyuh satu paket dengan turunnya hujan.
• Cermati kalau ada lintasan angin semakin cepat dalam waktu singkat karena angin kencang seperti puting beliung biasanya berdurasi pendek.
• Waspada jika ada angin kencang di sekitar anda dengan radius 5 kilometer, karena angin ini menyerang pada radius itu.

Sumber: BMG Stasiun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru

Antisipasi Angin Puting Beliung :
• Segera tebang pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh sehingga saat angin puting beliung menyapu tidak langsung roboh.
• Perhatikan atap rumah, segera ganti atapnya jika rapuh karena akan memudahkan angin menghempaskan rumah.
• Hindari mendekati awan gelap yang muncul tiba-tiba dari sebelumnya awan cerah.
• Cepat berlindung atau menjauh dari lokasi karena fenomena ini sangat cepat

Wednesday, March 26, 2008

Seluruh Daerah Rawan Puting Beliung

Selasa, 25-03-2008 | 00:40:25



BANJARBARU, BPOST - Warga Kalsel diminta mewaspadai ancaman cuaca buruk dalam sepekan ke depan. Hujan deras, disertai angin kencang puting beliung sangat berpotensi terjadi di seluruh daerah di Kalimantan. Paling terparah, di kawasan pesisir dan Hulu Sungai.


Di Banjarbaru akibat angin kencang Senin (23/3) dinihari membuat lebih dari lima batang pohon tumbang. Satu di antaranya, pohon waru besar berukuran berdiameter 70 sentimeter di Jalan A Yani kilometer 25, menimpa dua kios warga.

Akibatnya, satu bengkel milik Huda dan satu kios perlengkapan pertanian milik Muharto di sana rusak. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, keduanya diperkirakan menderita kerugian ratusan juta rupiah setelah rumah usahanya hancur ditimpa pohon akibat angin kencang.

Peristiwa ini mengulang kejadian serupa akhir 2007. Waktu itu, pohon waru di depan Radar Bandara ini roboh menghalangi jalan. Juga ada satu pohon besar berdiameter sekitar 30 sentimeter di taman air mancur Minggu Raya sempat menimpa seorang pengendara sepeda motor. Beruntung, pengendaranya selamat dan hanya mengalami luka ringan berupa lecet di beberapa bagian tubuhnya.

Satelit di Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Staisun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru menangkap angin malam itu berkekuatan dahsyat yakni sampai 23 knot atau setara dengan 46 kilometer/jam. BMG menangkap gejala serupa munculnya angin tersebut bakal terulang sampai akhir Maret.

Prediksi ini dikuatkan dengan munculnya awan comulunimbus (CB) atau awan pembentuk hujan yang diakibatkan terbentuknya banyak tekanan udara rendah (low pressure) di sekitar Samudera Hindia. Setidaknya lebih dari lima titik tekanan udara rendah terlihat di sepanjang laut Jawa sampai daerah ekuator sehingga imbasnya hujan deras disertai angin kencang karena terbentuknya awan CB itu.

Fenomena alam ini diperparah dengan munculnya Maddane Julian Osilation (MJO) atau pergerakannya yang sampai menuju Indonesia. Jika sampai di Indonesia, cuaca ekstrim yang semula sudah terbentuk semakin ekstrim. Awan-awan aktif pembentuk hujan pun kian bertambah saja dan imbasnya sampai ke Banua. Tidak heran, jika pada siang hari cuaca di Kalsel cukup panas, maka pada sore harinya langsung hujan.

"Kalau di Kalsel, daerah yang perlu diwaspadai adalah sebelah Timur dan Utara yakni daerah Tanah Bumbu dan Kotabaru juga Hulu Sungai dan sebagian Kabupaten Banjar," ucap Wayan prakirawan Stasiun Meteorologi diamini Riza prakirawan yang lainnya.

Gejala angin kencang ini begitu cepat dan tak bisa diprediksi. "Berbeda dengan angin yang diakibatkan badai tropis yang terjadi berhari-hari," timpal Dwi Agus Priyono, Kepala BMG Stasiun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor. (niz)
Daerah Lapang Lebih Waspada

BMG juga mewanti-wanti masyarakat agar mengantisipasi cuaca buruk ini, khususnya bagi mereka yang tinggal di areal lapang dengan vegetasi kurang. Angin puting beliung lebih sering menyapu tanah lapang tanpa tanaman dan sangat jarang terjadi di perbukitan atau hutan yang lebat.

Rumah non permanen pun wajib waspada karena hantaman keras angin ini juga kerap terjadi menimpa rumah jenis kayu tanpa beton. Termasuk rumah yang beratap seng/asbes maupun daun nipah.

Hal yang sama juga bisa terjadi di lautan. Saat ini cuaca buruk juga terjadi di Laut Jawa, kendati tinggi gelombang masih normal, maksimal hanya setinggi dua meter. Cuaca buruk angin kencang (water spot) ditambah hujan dan petir terjadi di perairan yang kerap dilalui kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari Kalsel. (niz)

Kenali Gejala Angin Kencang :
• Suhu udara sebelumnya pengap.
• Segera berlindung tatkala gumpalan awan mulai menghitam dalam jumlah banyak.
• Waspada saat hujan disertai petir, karena biasanya agin puting beliung atau angin puyuh satu paket dengan turunnya hujan.
• Cermati kalau ada lintasan angin semakin cepat dalam waktu singkat karena angin kencang seperti puting beliung biasanya berdurasi pendek.
• Waspada jika ada angin kencang di sekitar anda dengan radius 5 kilometer, karena angin ini menyerang pada radius itu.

Sumber: BMG Stasiun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru

Antisipasi Angin Puting Beliung :
• Segera tebang pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh sehingga saat angin puting beliung menyapu tidak langsung roboh.
• Perhatikan atap rumah, segera ganti atapnya jika rapuh karena akan memudahkan angin menghempaskan rumah.
• Hindari mendekati awan gelap yang muncul tiba-tiba dari sebelumnya awan cerah.
• Cepat berlindung atau menjauh dari lokasi karena fenomena ini sangat cepat terjadi.

Wednesday, February 20, 2008

Korban Beliung Tak Mampu Perbaiki Rumah

Minggu, 10-02-2008 | 00:37:42

• Pemkab Siapkan Bantuan

MARTAPURA, BPOST
- Korban puting beliung Desa Melayu Tengah, Martapura Timur, Banjar, Sabtu (9/2) mulai memperbaiki rumah yang mereka yang hancur.

Namun, hanya warga yang rumahnya rusak ringan yang bisa memperbaiki rumah. Sementara rumah yang rusak berat, tak diperbaiki, karena pemilik tak memiliki biaya.

Pantauan, Sabtu (9/2) siang, terdapat tiga unit rumah warga yang rusak yakni milik Syaifullah. Atapnya terbang karena kuatnya tiupan angin.

Kemudian, rumah yaifuddin mengalami rusak berat dan rumah milik Syarwani rusak ringan.

Siang itu, Syarwani dibantu beberapa warga setempat memperbaiki rumahnya. Sementara di rumah Syaifullah yang mengalami rusak berat tidak terlihat aktivitas perbaikan.

Di Desa Teluk Selong Ulu, Martapura Barat, duar rumah warga yang rusak berat juga belum terlihat aktivitas perbaikan. Seperti halnya di rumah milik Anang Aliansyah yang roboh karena ditiup angin kencang itu.

Anang yang sehari-hari bekerja sebagai penjual mainan keliling mengaku belum tahu kapan bisa memperbaiki rumah yang baru dibangunnya dan masih dalam tahap penyelesaian itu. “Belum ada biaya,” katanya singkat.

Sementara, Camat Martapura Timur menyatakan pihaknya telah melaporkan secara tertulis data-data korban ke Pemkab Banjar.

“Rencananya Senin akan diserahkan bantuan keuangan kepada para korban puting beliung melalui Bagian Sosial Setda Banjar. Demikian pula dengan bantuan bahan makanan akan diserahkan melalui Dinkesos Banjar,” jelasnya.

Sedangkan untuk Kantor Pambakal Melayu Tengah yang juga mengalami kerusakan, ia menyatakan bersama pambakal akan menghadap Bupati Banjar melaporkan kerusakan bangunan kantor pambakal itu.

Kabag Sosial Setda Banjar, Yuseran Yacub yang dikonfirmasi mengenai bantuan keuangan itu membenarkan telah menerima data-data dari Kecamatan Martapura Timur dan pihaknya telah menyiapkan bantuan untuk para korban. (MTB/ofy)

Tuesday, January 08, 2008

Gapensi Bantu Korban Puting Beliung

Jumat, 30 November 2007
Radar Banjarmasin

BATOLA,- Kepedulian terus mengalir untuk korban angin puting beliung yang menimpa warga Kecamatan Mekarsari. Adalah BPD Gapensi Batola, melalui Sekretaris Gapensi Batola Ir Rahmadianoor yang menyampaikan bantuan kemanusiaan itu. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban penderitaan masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Ahad (11/11) sekitar pukul 17.00, kepanikan melanda beberapa desa di Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Batola. Sapuan angin puting beliung terjadi secara tiba-tiba. Puluhan rumah warga di desa setempat porak poranda.

Dari data yang diperoleh wartawan koran ini, dari Desa Tinggiran Darat tercatat 11 KK yang kehilangan tempat tinggal, di Desa Tinggiran Tengah 10 KK, dan 7 KK dari Desa Jelapat II.

Menurut Rahmadianoor, bantuan Gapensi itu diberikan untuk mereka yang memerlukan. “Dari bencana yang dialami warga di Mekarsari, kami anggota Gapensi merasa terpanggil. Rasa kepedulian kami terlecut. Dan inilah wujud kepedulian kami dengan memberikan bantuan kepada 28 KK yang menjadi korban sapuan angin puting beliung,” ujar Rahmadianoor.

Dia mengatakan, agar masyarakat tidak melihat dari nilai bantuan. Tapi ia berharap dapat merasakan sebagai tanda kepedulian atas sesama. “Terimalah apa adanya sebagai bentuk kepedulian kami atas musibah tersebut. Partisipasi serta kepedulian dan perhatian kami itu, insya Allah akan menjadi dukungan moril bagi korban agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi musibah ini,” ucapnya.

Kegiatan seperti itu, tambah dia, merupakan partisipasi atau sumbangan para anggota Gapensi dengan cara menyisihkan uang sebesar 1 persen dari total nilai proyek yang mereka dapatkan. (gsr)

Wednesday, July 18, 2007

Puting Beliung, 2 Bangunan Ambruk - Tak Ada Korban Jiwa - Pendopo TK Pembina Baru Ditempati

Selasa, 17 Juli 2007

BANJARMASIN ,- Angin puting beliung memang tak bersahabat dengan Kota Banjarmasin. Setelah peristiwa puluhan rumah ambruk di kawasan Sungai Lulut beberapa waktu lalu, kemarin giliran dua bangunan di kawasan Jl Lingkar Utara Dalam RT 3, Banjarmasin Timur, porak-poranda dihantam kerasnya angin berputar ini.

Bangunan yang ambruk itu adalah Pendopo Posyandu yang berfungsi pula sebagai sekolah TK Negeri Pembina. Bangunan ini ambruk ke tanah, dan yang tersisa cuma lantainya. Bangunan lainnya yang juga ambruk adalah showroom mobil Intan yang luluh lantak, bahkan tiangnya tercabut dan diterbangkan angin beberapa meter. Beruntung dalam peristiwa itu tak menelan korban jiwa.

Peristiwanya berawal dari hujan lebat disertai angin kencang sekitar pukul 16.00 Wita, kemarin. Menurut seorang saksi mata di sekitar lokasi kejadian, saat turun hujan tiba-tiba muncul angin yang begitu kencang. Lalu, “Tiba-tiba pendopo ini roboh,” katanya.

Dari pantauan koran ini, pendopo tanpa dinding yang baru selesai dibangun oleh CV Al Kautsar ini menggunakan dana anggaran belanja tambahan (ABT) tahun 2006 sebesar Rp 80 juta. Atapnya dari genteng metal, runtuh hingga menghalangi jalan masuk ke TK Negeri Pembina dan SMPN 14 Banjarmasin. Bahkan, kayu-kayu ulin yang menopang bangunan patah berserakan. Saat kejadian, tak seorang pun berada di pendopo yang berfungsi sebagai pusat posyandu dan gedung sekolah TK Negeri Pembina serta kelompok bermain anak-anak Kecamatan Banjarmasin Timur itu.

Namun, peritiswa itu justru tak merobohkan 3 buah bangunan di sebelahnya. Tiga bangunan itu masih berdiri tegak tanpa mengalami kerusakan sedikit pun.

Puspa Murni, Kepala TK Negeri Pembina Negeri yang datang melihat kondisi ambruknya sekolah memaparkan, baru pagi hari sebelum peristiwa murid TK mulai melakukan aktivitas belajar di sekolah tersebut. “Awalnya tempat sekolah kami di depan Polda Kalsel. Baru tadi pagi kami menempati bangunan ini,” katanya.

Para pengajar dan murid TK, lanjut Puspa, berani berpindah ke bangunan TK Negeri Pembina ini setelah mengetahui terbitnya SK Walikota Banjarmasin untuk penggunaan bangunan tersebut. “Begitu ada SK Walikota, kami langsung pindah ke sini (bangunan TK Negeri Pembina, Red),” ungkapnya.

Sebanyak 65 orang murid TK dan 20 anak kelompok bermain dipindahkan ke gedung baru tersebut. Yang sangat disayangkan, baru satu hari ditempati, bangunan itu roboh ditiup angin puting beliung.

Sementara itu, Zaitunniah (30), warga setempat yang juga menjadi salah seorang pengajar di TK tersebut, mengaku kaget dengan peristiwa ini. Wanita berjilbab istri dari Lurah Banua Anyar ini menuturkan, bangunan yang roboh tersebut sebenarnya akan difungsikan sebagai pusat posyandu di Kecamatan Banjamasin Timur. “Nantinya di tempat tersebut akan dipusatkan semua kegiatan posyandu di Kecamatan Banjarmasin Timur,” ujarnya.

Sungguh di luar dugaan, bangunan yang usianya baru mencapai 6 bulan itu roboh. “Kalau bangunan lain di sampingnya itu sudah 2 tahun berdiri. Cuma pendopo ini saja yang berdiri sekitar setengah tahun lalu,” tambahnya.

Menanggapi robohnya proyek seumur jagung tersebut, Kepala Disdik Kota Banjarmasin Drs Iskandar Zulkarnain MSi mengungkapkan, dana pembangunannya sebesar Rp 80 juta melalui anggaran ABT tahun 2006 Kota Banjarmasin yang dikerjakan CV Al Kautsar. “Karena bangunan itu sudah diserahkan oleh kontraktornya ke Pemkot, maka perbaikannya menjadi tanggung jawab Pemkot. Kami akan anggarkan kembali. Tapi kontraktor juga harus memberikan pertanggungjawaban moral untuk mengamankan material bangunan yang bisa digunakan kembali pada pembangunannya nanti,” ujar Iskandar yang dihubungi melalui saluran teleponnya tadi malam.

Hal yang sama terjadi dengan showroom mobil Intan milik H Upik yang jaraknya sekitar 500 meter dari pendopo TK Negeri Pembina. Saat angin kencang, tiang bangunan tercabut dan dibawa angin. Makanya, 4 unit mobil pikup yang dipamerkan untuk dijual, selamat dari kerusakan. “Saat hujan dan angin kencang, kami berada dalam bangunan sebelah ini. Kami melihat bangunan showroom ini diseret angin,” terang Lani, karyawan showroom.(irn/dla)

Sunday, July 08, 2007

Lima Rumah Disapu Puting Beliung Karena Panik Cebur ke Danau

Thursday, 05 July 2007 02:04

AMUNTAI, BPOST - Angin puting beliung kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara Selasa (3/6) malam. Meski tak ada korban jiwa, lima rumah di Desa Pinang Habang Kelurahan Tapus Dalam, Kecamatan Sungai Pandan rusak.

Tiga tiang listrik juga patah. Untungnya, kabelnya tak putus. Rumah yang terkena sapuang angin itu, milik Iderus, Syamli, M Arsyad, Arbain dan Rusmiati.

Rumah Ideris (50) mengalami rusak paling parah. Pengamatan BPost, rumah bernomor 19 RT 11 yang dihuninya bersama istrinya Zakiah dan tiga anaknya itu rusak di bagian atapnya.

Empat dari lima kamar tidur, atapnya terbang sekitar 50 meter. Atap bagian dapur hilang tak bersisa bersama kayu kerangkanya. Atap tersisa di rumah Ideris yang bekerja sebagai petani dan nelayan itu, kini tinggal di bagian kamar tidurnya dan ruang tamu.

Sebelum kejadian listrik di desa itu mati. Hingga Rabu (4/6) siang kemarin, petugas PLN masih sibuk memasang tiga tiang yang patah bagian bawahnya.

Satu tiang PLN dari beton yang roboh, persis berada di depan rumah Iderus. Untungnya, patahan tiang itu tak menimpa rumahnya.

Hj Zakiah (45), istri Iderus menuturkan, malam itu rumahnya dilewati hembusan angin kencang sekitar pukul 19:30 Wita. Ia mendengar suara seperti pohon patah. Saat itu, ia sedang santai bersama anaknya di ruang tamu. Sedangkan suaminya Ideris sedang berzikir.

Putrinya yang merasakan gelagat tak baik, langsung menarik tubuh kedua orangtuanya keluar dari rumah. Saat itulah, Hj Zakiah memilih meloncat ke danau di belakang rumahnya. Sedangkan suaminya menuju ke jalan raya.

"Karena panik, aku menceburkan diri ke danau di belakang rumah. Beberapa detik terdengar petir menggelegar. Kupikir, kami sudah mati," tuturnya.

Malam itu, membuat warga di Desa Pinang Habang geger. Hj Zakiah sempat pingsan lantaran tak kuasa melihat kondisi rumahnya tak beratap lagi. ori


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Wednesday, June 27, 2007

Dua Pekan Paska Musibah Puting Beliung di Sei Lulut Warga Trauma, Waswas Jika Ada Angin Kencang

Rabu, 20 Juni 2007

Kendati sudah berlalu sekira dua pekan, namun musibah angin puting beliung yang menimpa warga Sei Lulut, Banjarmasin Timur, masih menyisakan trauma. Begitu mendengar suara desiran angin yang agak kencang, spontan warga pun berlarian ke luar rumah.

MUSIBAH terkadang tak cuma menyisakan derita bagi korbannya, tapi secara psikologis mendatangkan perasaan waswas dan trauma yang berkepanjangan. Hal itu diakui warga Simpang Limau, Sei Lulut, Banjarmasin Timur yang rumahnya porak-poranda diterpa tiupan angin puting beliung pada 5 Juni 2007 lalu. “Kalau mau jujur, sampai sekarang saya masih trauma akibat musibah puting beliung lalu. Selama ini muncul perasaan waswas kalau-kalau musibah itu terjadi lagi, apalagi kalau ada tiupan angin yang agak kencang,” tutur Ilham, salah satu warga yang rumahnya mengalami rusak total.

Senada dengan Ilham, perasaan trauma juga dirasakan Hasan Baseri, warga RT 09 Sei Lulut. Pria yang berprofesi sebagai petani ini mengaku tak bisa tidur nyenyak jika cuaca hujan disertai angin yang cukup kencang. “Ketegangan semakin terasa kalau tiupan angin yang menerpa atap rumah menimbulkan suara. Sangking takutnya, sampai-sampai saya memilih keluar dari rumah,” tukasnya yang langsung diamini H Anang Syahrani, korban puting beliung lainnya. Pria berperawakan sedang ini memperkirakan dalam waktu 2 sampai 3 bulan ke depan, barulah perasaan trauma mulai hilang.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin mengharapkan warga dapat bersabar dan mengambil hikmah atas peristiwa tersebut. “Siapa pun dari kita tidak akan tahu kapan bencana datang. Karena itu, semua ini merupakan cobaan dari Allah SWT untuk menguji sejauhmana kesabaran dan keimanan kita. Untuk itu, Pemprov Kalsel telah mengalokasikan dana untuk membantu meringankan penderitaan para korban puting beliung yang terjadi di beberapa daerah, termasuk di Sei Lulut,” ujar Rudy Ariffin, pada sela-sela penyerahan bantuan korban puting beliung di Simpang Limau, Sei Lulut, Banjarmasin Timur, kemarin.

Diakui mantan Bupati Banjar ini, bantuan tersebut masih kecil dan tidak seberapa dibandingkan penderitaan yang dialami masyarakat. Namun demikian, ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan penderitaan dan bermanfaat bagi para korban.

Untuk diketahui, setiap korban mendapatkan bantuan mulai Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta, tergantung tingkat kerusakannya. Selain itu, pemprov juga mengalokasikan bantuan untuk fasilitas umum yang mengalami kerusakan sebesar Rp 5 juta, yaitu untuk Masjid Raudatul Jannah dan SMPN 16 Sei Lulut. Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyerahkan bantuan atas kerusakan RS Dr Soeharsono (TPT) Teluk Dalam Banjarmasin sebesar Rp 100 juta. Penyerahan bantuan korban puting beliung kemarin juga dihadiri Walikota Banjarmasin H Yudhi Wahyuni, Wakil Walikota Banjarbaru Ruzaiddin Noor, Sekretaris Satkorlak Kalsel Hadi Soesilo, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Banjarmasin.(agus salim)


Wednesday, June 06, 2007

KISAH KORBAN PUTING BELIUNG Usir Dingin dengan Membakar Kayu

Thursday, 07 June 2007 02:34:01

GELAK tawa anak-anak terdengar nyaring saat bermain di antara puing-puing rumah yang diterjang angin puting beliung. Meski udara dingin menerpanya, mereka kelihatan ceria.

Tak tampak kesedihan, seolah cuek dengan musibah yang baru saja meluluhlantakkan tempat tinggalnya. Meski harus tidur tanpa dinding dan hanya beratapkan terpal, anak-anak itu terlihat ceria.

Berbeda dengan sang nenek, Hamsiah (65). Dia terlihat terus merenung. Meski suasana terlihat gelap, lantaran hanya diterangi lampu ukuran lima watt, sorot mata nenek lima cucu ini terus menatap ke onggokan kayu bekas rumahnya yang ditumpuk.

Apalagi, rumah kayu yang berada di tengah persawahan itu merupakan satu-satunya tempat tinggal bersama kedua anaknya dan menantu serta cucunya itu. Karena terkena amukan angin puting beliung, rumah yang berusia dua puluh tahun itu roboh.

Penghuni rumah juga harus rela tidur di atas kasur basah. Untuk mengurangi rasa dingin, kasur tersebut dibungkusnya menggunakan terpal plastik. Selain itu, di depan bekas rumahnya, dia membakar kayu-kayu bekas rumahnya yang hancur dan rata tanah.

"Maklum saja, kami jauh dari sanak saudara. Jadi bingung mau menumpang ke wadah siapa untuk guring. Ya terpaksa guring di tilam basah ini. Semoga tidak masuk angin," ujarnya lirih.

Itulah salah satu gambaran penderitaan warga Jalan Simpang Limau Banjarmasin Timur yang terkena amukan angin puting beliung, Selasa (5/6) sore.

Berdasar pantauan BPost, para warga yang rumahnya hancur total maupun atapnya yang hilang sebanyak 20 rumah. Si penghubi banyak yang memilih tinggal di rumah sanak-saudaranya. Di dekat SDN Simpang Limau, dibangun posko bencana.

Kini, para warga korban angin puting beliung sangat mengharapkan bantuan berupa bahan bangunan, bahan makanan dan bisa bekerja kembali.

Kemarin, General Manager PT Telkom Kalsel Mulyanta menyerahkan bantuan uang sebesar Rp 5 juta dan telepon flexi untuk posko korban angin puting beliung di Simpang Limau.coi/tri

DERITA KORBAN PUTING BELIUNG "Saya Tak Bisa Apa-apa Lagi"

B. Post Thursday, 07 June 2007 02:55

Tidur di kasur yang basah tidaklah enak. Tidur berkelambu langit juga tidak nyaman. Tapi itulah yang dilakukan sebagian para korban puting beliung. Bagi mereka tidak ada pilihan lain, kecuali bertahan dengan penderitaan sambil menunggu datangnya belas kasihan.

Mata Rumisah (46) berkaca-kaca melihat sang anak, Norlianti (12), tertidur di depan pintu beralaskan buntelan pakaian. Rumahnya berukuran 4 X 6 meter yang terbuat dari kayu beratap rumbia itu sebagian besar hancur, akibat serangan angin puting beliung, Selasa (5/6) sore sekitar pukul 15.30 Wita.

Hantaman angin yang begitu mengerikan itu menjebol sebagian besar dinding papan yang memang sudah lapuk. Begitu juga sebagian atap rumbia, terlepas dan terbang berserakan di halaman.

Warga RT 22 Jalan Pematang Panjang, Gambut ini hanya bisa pasrah. Sang suami, Yuni, empat tahun lalu meninggal dunia. Sekarang, jangankan untuk memugar rumah, untuk biaya hidup sehari-hari saja ia sudah kesusahan.

"Saya bingung mesti bagaimana. Untuk membangun rumah tak bisa apa-apa, apalagi biaya. Ketiga anak saya juga perempuan semua," tutur ibu dari Dewi Susanti (14), Norlianti (12) dan Normalini (10) ini.

Saat ini untuk menghidupi ketiga anaknya, ia mesti banting tulang mengambil upah menggarap sawah milik orang. "Tanah atau sawah sendiri saya tak punya, makanya bekerja di sawah milik orang yang mau berbaik hati mempekerjakan saya," ungkapnya datar.

Akibat musibah angin puting beliung, tercatat ada delapan warga Gambut yang menjadi korban. Rumah mereka rusak ringan dan berat. Kerugian ditaksir lebih dari Rp 10 juta.

Sementara, ratusan warga Landasan Ulin Barat (LUB) Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru yang terkena musibah angin puting beliung, Selasa (5/6) mengharapkan bantuan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak. Sehari pasca kejadian, selain membenahi rumah, warga juga menggelar doa bersama.

"Yang terpenting bagi kami bagaimana tempat berteduh kami segera diperbaiki. Kami perlu bantuan bahan bangunan karena itu lah yang terpenting," kata Yakin, Ketua RT 15 RW 4 mewakili warganya.

Di lingkungannya saja, ungkap Yakin tercatat lebih dari sepuluh rumah yang atapnya terbang terbawa angin. Bahkan, ada rumah warga yang tidak dapat ditempati sama sekali karena kerusakannya sangat parah.

Kerusakan tersebut disaksikan sendiri aparat keamanan dan pejabat setempat. Rabu (6/6), jajaran Dinkesos bersama Lurah LUB Sirajoni dan Camat Landasan Ulin, Erfani bersama Kapolsekta Erwin dan jajaran Koramil setempat terlihat mengunjungi dan mendata korban dan kerugian yang diakibatkan angin puting beliung.

Salah satunya rumah Gimun (43). Di rumah kayu yang ditempati petani sayur dan angon sapi ini mereka melihat langsung bagaimana warganya itu membenahi sebagian ruangan induknya yang hanya beratapkan langit.

Para pejabat ini juga sempat menyaksikan atap rumah warganya itu nyangkut di atas pohon kapuk. Atap rumahnya sampai kemarin belum juga diperbaiki.

"Kami ini terserah saja, mau diberi apa. Namanya juga bantuan. Tapi, mohon atapnya dulu kalau bisa," ungkap Gimun yang terpaksa semalaman tidur darurat di dapur.

Kerusakan lain yang dipantau adalah di rumah Abdul Habi (40). Tukang servis peralatan elektronik ini rumahnya nyaris tak berbentuk. Tiang penyangga rumah kayunya langsung ambruk digoyang angin sampai mengenai tubuh Sarmiyem, istri Habi, yang saat itu berada di dalam rumah.

Walikota Banjarbaru, Rudy Resnawan bersama Kadinkesos setempat berjanji akan memberikan bantuan segera. "Kita data dan melihat dulu apa keperluan warga. Setelah data sudah jelas, berapa yang rusak dan apa saja yang urgen untuk warga bantuan segera turun," jelas Walikota.

Pasca kejadian, malam harinya pihak kelurahan langsung mendrop mi instan ke rumah warga. Bantuan mi per dus satu kepala keluarga ini terus diberikan untuk meringankan beban warga sampai Rabu (6/6) pagi. niz/adi

Friday, May 04, 2007

Korban Puting Beliung Dibantu

Selasa, 1 Mei 2007
Radar Banjarmasin


MARABAHAN ,- Tiga warga di Desa Tebing Rimbah Rai V yang rumahnya menjadi korban angin puting beliung, 25 April 2007 lalu bisa berlega hati. Kesusahan yang mereka alami akhirnya didengar Bupati Barito Kuala Drs H Eddy Sukarma.

Baru-baru tadi, orang nomor satu di bumi Selidah berkenan memberikan bantuan untuk perbaikan rumah. Kastono mendapatkan Rp 1,5 juta karena rumahnya yang mengalami kerusakan paling parah, Warsan mendapat bantuan Rp 750 ribu, dan Najib mendapatkan Rp 750 ribu.

“Harap bantuan tersebut jangan dipandang nilainya, tetapi semoga bantuan tersebut bisa meringankan kesusahan yang dialami warga akibat terkena angin puting beliung,” kata Eddy. (tri)

Monday, March 26, 2007

Puting Beliung Masih Ancam Kalsel

Kamis, 22 Februari 2007 01:38

Banjarbaru, BPost
Cuaca buruk masih mengancam Kalsel beberapa hari kedepan. Hujan,angin, petir disertai angin puting beliung dan angin puyuh diperkirakan masih rawan terjadi.

Stasiun Klimatologi (Staklim) Kelas I Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kalsel di Banjarbaru memprediksi, pergerakan alam mengarah terjadinya angin dengan kekuatan besar masih akan terjadi seiring cuaca ekstrim saat ini.

Cuaca ekstrim dimaksud, antara hujan dan teriknya matahari berganti secara tiba-tiba. Jika siang sinar matahari cerah, langit berubah hitam dan hujan deras mendera, maka angin berkekuatan di atas 30 knot masih sangat berpotensi di Kalsel.

"Ancaman angin ribut atau angin puyuh biasanya sepaket dengan hujan dan petir," ujar Forecaster Satklim Kelas I BMG, Irman Sonjaya.

Hampir semua wilayah di Kalsel berpotensi serangan tersebut. Disebutkan, gejala alam ini memungkinkan mampu merobohkan bangunan dari kayu bahkan tembok sekalipun. Kekuatan angin lebih dahsyat lagi ketika melalui kawasan bebas hambatan.

Tanah lapang atau daerah persawahan yang jauh dari bangunan lebih berpotensi mengalami putaran angin kencang ketimbang di kawasan perkotaan.

Kendati demikian, kawasan perkotaan bukan berarti lepas ancaman ini. "Rapatnya bangunan di perkotaan, bukan tidak mungkin akan tersapu angin puting beliung," jelas Irman. Catatan BPost, tiga bulan terakhir puting beliung telah menyerang empat Kabupaten di Kalsel.

Terakhir, angin ini menyapu rumah warga di Jalan Sulawesi Pasar Lama Banjarmasin. Potensi ini terjadi karena pola angin di Kalsel masih didominasi pola Utara Selatan, yang masih memiliki kontribusi memunculkan serangan angin besar dengan gerak cepat.

Angin swadaya hingga musim hujan ini mencapai puncaknya. Jika datang dalam kondisi awan Columunimbus (CB) sedang aktif, kemungkinan angin semakin kuat di daerah yang merupakan kawasan pertemuan.

Angin bisa saja langsung merobohkan bangunan dengan kekuatan antara 25 sampai 30 knot. "Bahkan, mungkin juga 40 knot seperti yang terjadi di Jogjakarta itu," imbuhnya. Mengenai potensi hujan di Kalsel jelas Irman sedang mengalami penambahan intensitas. Kalau biasanya takaran normal, yang terekam dalam data BMG sekitar 20 mili meter/hari. "Kemarin mencapai 30 mili meter,"katanya.

Peluang hujan tinggi akan terus terjadi sampai menjelang pancaroba, Maret nanti. niz

Tuesday, March 20, 2007

Korban Puting Beliung Harapkan Bantuan

Kamis, 11 Januari 2007 Radar Banjarmasin

KOTABARU – Warga Perumnas Batu Silira RT 6, Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru yang rumahnya rusak diterjang angin puting beliung Selasa (9/1) lalu, kemarin mengharapkan bantuan pemerintah daerah untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak.

Aisian, salah seorang korban angin putting beluing yang atap rumahnya hancur berharap, di usia yang sudah tua dan hidup sendiri ia meras tidak mampu memperbaiki kembali rumahnya yang rusak.

"Sementara ini, atap rumah saya hanya ditutup terpal, karena masih belum punya uang untuk memperbaiki. Ulun mengharapkan ada bantuan pemerintah kabupaten kepada warga yang menjadi korban seperti ulun ini," ujarnya kepada wartawan Radar Banjarmasin, kemarin.

Sementara itu, rumah yang ambruk akibat hantaman angin puting beliung sebagian besar belum diperbaiki pemiliknya. Malah ada yang ditinggalkan pergi penghuninya. Sebagian warga takut rumahnya ikut ambruk, karena jadi satu bangunan.

Seperti diketahui, Peristiwa ini hanya berlangsung sekitar 8 menit Selasa sore. Saat kejadian, hujan turun tidak terlalu deras hanya saja diikuti angin kencang. Tiba-tiba angin berputar menghantam kawasan padat hunian tersebut, hingga mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah warga.

Dari 16 buah rumah yang rusak, rumah milik janda Hj Sumi, yang disewakan dengan 10 pintu, 9 di antaranya ambruk dan rata tanah. Diperkirakan, akibat hantaman puting beliung ini kerugian yang dialami warga mencapai ratusan juta rupiah.

Untungnya, pemukiman itu belum semuanya ditempati orang, sehingga ambruknya tidak menimbulkan korban jiwa. Begitu juga dengan puluhan rumah yang rusak ringan, tidak ada korban luka-luka.

Puluhan anak-anak yang sedang bermain menceritakan, saat hujan turun bertepatan azan salat Ashar. Dari kejauhan, terlihat angin memanjang ke bawah berputar-putar melalui daerah perumahan, seraya menerbangkan apa saja yang dilewatinya, termasuk ratusan atap rumah warga yang terbuat genteng metal dan asbes.

"Terlihat angin seperti berekor dan berputar-putar di kawasan perumahan ini, disertai bunyi gemuruh. Beberapa menit kemudian angin tersebut hilang," Ardi, seorang anak berusia belasan tahun menceritakan. Ardi sendiri sempat lari dan berlindung.

Pengakuan serupa juga diungkapkan salah seorang korban, Ny Aisiah, 63 tahun. Menurut dia, saat angin menghantam rumahnya, Aisiah berada di dalam rumah. Ia mengaku melihat langsung bagaimana atap asbes rumahnya berputar diterpa angin.

"Saat itu terdengar suara gemuruh sangat keras diikuti tiupan angin sangat kencang. Tiba-tiba atap rumah saya beterbangan. Sebagian lagi jatuh ke bawah. Saat itu, saya berada di depan pintu, dan langsung keluar rumah takut tertimpa atap yang berjatuhan. Angin tersebut tidak terlalu lama lalu hilang begitu saja," tuturnya.

Dibantu menantunya, Aisyah pun mencari atap rumahnya yang terbang. "Jangankan ada yang terlihat, sisa-sisanya saja sudah tidak ada entah ke mana terbangnya. Saya tidak tahu," katanya.(ins)

Rp 59 Juta untuk Korban Puting Beliung Setiap KK Dapat Rp500 Ribu

Kamis, 11 Januari 2007 Radar Banjarmasin

BANJARMASIN - Duka korban musibah puting beliung di Desa Podok, Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar, yang terjadi beberapa waktu lalu, kini sedikit terobati. Pasalnya, Selasa siang (9/1) lalu, Gubernur Kalsel Drs Rudy Ariffin MM menyerahkan bantuan sebesar Rp 59 juta. Rinciannya Rp 44 juta untuk 88 kepala keluarga (KK), Rp 5 juta membantu Masjid Darul Mutaqin, Rp 5 juta untuk korban meninggal, dan masing-masing Rp 2,5 juta untuk SD dan Langgar Nurul Huda.

"Bantuan tersebut diambil dari pos anggaran tak tersangka APBD Kalsel tahun 2006. Sebenarnya sudah lama ingin diserahkan, namun karena banyak tugas yang juga tidak kalah penting dan mendesak, sehingga diserahkan hari ini," ujar Rudy Ariffin kepada koran ini usai penyerahan bantuan tersebut.

Ketua DPW PPP Kalsel ini meminta masyarakat menggunakan sebaik-baiknya bantuan yang diberikan, seperti membeli material untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak diterpa puting beling. "Saya mengharapkan bantuan dipergunakan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan yang mendesak. Mudah-mudahan bantuan tersebut bermanfaat dan dapat mengurangi penderitaan para korban, terlebih bagi keluarga korban yang meninggal dunia," harap mantan Bupati Kabupaten Banjar ini.

Lantas, berapa dana tak tersangka yang disiapkan untuk tahun 2007? Rudy mengaku lupa persisnya, seraya menyebutkan tidak jauh berbeda seperti yang dianggarkan pada APBD Tahun 2006 lalu. "Saya lupa persisnya, sekira Rp 2 miliar," ujarnya.

Dijelaskan Rudy, selain mengalokasikan anggaran tak tersangka, APBD Kalsel tahun 2007 juga mengalokasikan dana untuk bantuan tempat ibadah dan keagamaan sebesar Rp 2,5 miliar. "Jadi untuk bantuan tempat ibadah dan keagamaan dananya berada pada pos tersendiri di luar anggaran tak tersangka," ungkapnya.

Sementara itu, kegembiraan tampak terlihat di wajah para korban musibah puting beliung yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan itu. Pasalnya, bantuan dari pemerintah sangat mereka harapkan untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak diterjang puting beliung. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Uang ini sebagian saya bayarkan utang, dan sisanya membeli material untuk memperbaiki rumah," ujar Madi, salah seorang warga.

Ia menuturkan, sebelumnya Pemkab Banjar sudah memberikan bantuan sebesar Rp 500 ribu per kepala keluarga (KK). Namun bantuan tersebut belum cukup membeli semua material untuk perbaikan rumah. Nah, lantaran tak punya uang untuk membeli tambahan material yang kurang, sebagian warga terpaksa berutang.(sga)

Bantuan Puting Beliung Segera Turun

Sabtu, 6 Januari 2007 Radar Banjarmasin

BANJARMASIN - Para korban angin puting beliung di Aluhaluh, Kabupaten Banjar, segera mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalsel. Rencananya, bantuan sebesar Rp 59 juta yang bersumber dari dana tak tersangka APBD Kalsel tahun 2006 tersebut akan diserahkan oleh Gubernur Kalsel Drs Rudy Ariffin MM pada minggu ini juga.

"Dananya sudah siap, tinggal diserahkan kepada para korban yang tertimpa angin puting beliung di Aluhaluh," ujar Sekretaris Satkorlak Kalsel Hadi Soesilo dalam jumpa pers yang berlangsung di Studio Radio Abdi Persada, kemarin.

Menurut Hadi, semula penyerahan bantuan dijadwalkan pada akhir November 2006 lalu, namun karena sesuatu hal maka tertunda dan kembali dijadwalkan pada Januari 2007 ini. "Tanggalnya belum dipastikan, tapi dalam minggu ini diserahkan," tambah Kepala Badan Kesbanglinmas Kalsel ini.

Rinciannya, setiap kepala keluarga (KK) mendapatkan bantuan sebesar Rp 500 ribu, bantuan untuk masjid dan sekolah sebesar Rp 10 juta, serta untuk korban meninggal Rp 5 juta. "Jumlah yang menerima bantuan sebanyak 88 rumah, 2 tempat ibadah, dan 1 sekolah," jelasnya.

Menyinggung kemungkinan ancaman puting beliung di awal tahun 2007, mantan Penjabat Walikota Banjarbaru ini menyatakan harus diwaspadai. "Tak hanya bahaya banjir yang menghantui Kalsel pada awal 2007 ini, tapi ancaman puting beliung juga patut diwaspadai karena curah hujan sangat tinggi pada Januari-Februari. Selain itu, berdasarkan pemantauan Badan Metreologi dan Geofisika terdapat ancaman badai isobel atau hujan yang disertai angin kencang," jelasnya lagi.

Sehubungan dengan hasil pemantauan itu, Hadi meminta masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana, khususnya yang pernah tertimpa pada 2006 lalu, agar waspada. "Pada prinsipnya saya mengharapkan ancaman tersebut tidak terjadi. Hanya saja, perlu diwaspadai sedini mungkin kemungkinan tersebut dengan melakukan berbagai upaya. Paling tidak, kalau toh nantinya ancaman itu terjadi juga, korbannya dapat diminimalisir," ingatnya.(sga)

Rp 59 Juta untuk Korban Puting Beliung Setiap KK Dapat Rp500 Ribu

Rabu, 10 Januari 2007 Radar Banjarmasin

BANJARMASIN - Duka korban musibah puting beliung di Desa Podok, Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar, yang terjadi beberapa waktu lalu, kini sedikit terobati. Pasalnya, kemarin siang Gubernur Kalsel Drs Rudy Ariffin MM menyerahkan bantuan sebesar Rp 59 juta. Rinciannya Rp 44 juta untuk 88 kepala keluarga (KK), Rp 5 juta membantu Masjid Darul Mutaqin, Rp 5 juta untuk korban meninggal, dan masing-masing Rp 2,5 juta untuk SD dan Langgar Nurul Huda.

"Bantuan tersebut diambil dari pos anggaran tak tersangka APBD Kalsel tahun 2006. Sebenarnya sudah lama ingin diserahkan, namun karena banyak tugas yang juga tidak kalah penting dan mendesak, sehingga diserahkan hari ini," ujar Rudy Ariffin kepada koran ini usai penyerahan bantuan, kemarin.

Ketua DPW PPP Kalsel ini meminta masyarakat menggunakan sebaik-baiknya bantuan yang diberikan, seperti membeli material untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak diterpa puting beling. "Saya mengharapkan bantuan dipergunakan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan yang mendesak. Mudah-mudahan bantuan tersebut bermanfaat dan dapat mengurangi penderitaan para korban, terlebih bagi keluarga korban yang meninggal dunia," harap mantan Bupati Kabupaten Banjar ini.

Lantas, berapa dana tak tersangka yang disiapkan untuk tahun 2007? Rudy mengaku lupa persisnya, seraya menyebutkan tidak jauh berbeda seperti yang dianggarkan pada APBD Tahun 2006 lalu. "Saya lupa persisnya, sekira Rp 2 miliar," ujarnya.

Dijelaskannya, selain mengalokasikan anggaran tak tersangka, APBD Kalsel tahun 2007 juga mengalokasikan dana untuk bantuan tempat ibadah dan keagamaan sebesar Rp 2,5 miliar. "Jadi untuk bantuan tempat ibadah dan keagamaan dananya berada pada pos tersendiri di luar anggaran tak tersangka," ungkapnya.

Sementara itu, kegembiraan tampak terlihat di wajah para korban musibah puting beliung yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan itu. Pasalnya, bantuan dari pemerintah sangat mereka harapkan untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak diterjang puting beliung. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Uang ini sebagian saya bayarkan utang, dan sisanya membeli material untuk memperbaiki rumah," ujar Madi, salah seorang warga.

Ia menuturkan, sebelumnya Pemkab Banjar sudah memberikan bantuan sebesar Rp 500 ribu per kepala keluarga (KK). Namun bantuan tersebut belum cukup membeli semua material untuk perbaikan rumah. Nah, lantaran tak punya uang untuk membeli tambahan material yang kurang, sebagian warga terpaksa berutang.(sga)

Puting Beliung Hantam Kotabaru Sedikitnya 16 Rumah Rusak Berat

Rabu, 10 Januari 2007 Radar Banjarmasin
 

KOTABARU - Hujan disertai angin puting beliung kembali melanda. Kali ini terjadi di kawasan Perumnas Batu Silira RT 6, Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru. Akibatnya, 16 buah rumah rusak berat dan beberapa rumah lainnya rusak ringan. Angin kencang berputar-putar itu berlangsung sekitar 8 menit, sekitar pukul 15.30 Wita, Selasa (9/1) kemarin.

Saat kejadian, hujan turun tidak terlalu deras hanya saja diikuti angin kencang. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba angin puting beliung langsung menghantam kawasan padat hunian tersebut, sehingga mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah warga. Dari 16 buah rumah yang rusak terkena hantaman angin tersebut, rumah milik seorang janda Hj Sumi, yang disewakan dengan 10 pintu, 9 di antaranya ambruk dan rata dengan tanah. Diperkirakan, akibat hantaman puting beliung ini kerugian yang dialami warga seluruhnya mencapai ratusan juta rupiah.

Untung saja, pemukiman itu belum semuanya ditempati orang, sehingga ambruknya rumah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Begitu juga dengan puluhan rumah yang rusak ringan tidak ada korban yang luka-luka.

Puluhan anak-anak yang sedang bermain menceritakan, saat hujan turun tersebut bertepatan dengan azan salat Ashar, dari kejauhan terlihat angin memanjang ke bawah dengan berputar-putar lewat daerah perumahan tersebut dan menerbangkan apa saja yang dilewatinya, termasuk ratusan atap rumah warga yang terbuat dari genteng metal dan asbes.

"Terlihat angin tersebut seperti berekor dan berputar-putar di kawasan perumahan ini, disertai dengan bunyi gemuruh. Beberapa menit kemudian angin tersebut hilang," ujar Ardi yang baru berusia belasan tahun menceritakan kepada Radar Banjarmasin. Selanjutnya Ardi langsung lari dan berlindung karena takut melihat fenomena alam tersebut.

Pengakuan serupa juga diungkapkan oleh salah satu korban hantaman angin puting beliung ini, Ibu Aisiah yang berumur 63 tahun. Saat angin tersebut menghantam rumahnya, Aisiah berada di dalam rumahnya dan melihat langsung bagaimana atap rumahnya yang terbuat dari asbes tersebut berputar dibawa angin.

"Saat itu terdengar suara gemuruh angin yang sangat keras dan tiupan angin yang sangat kencang. Dan tiba-tiba atap rumah saya langsung beterbangan dan sebagian lagi jatuh ke bawah, saat itu saya berada di depan pintu, dan saya langsung keluar rumah takut tertimpa atap yang berjatuhan, angin tersebut tidak terlalu lama lalu hilang begitu saja," tuturnya saat dikunjungi di rumahnya, kemarin sore.

Selanjutnya, menurut Aisiah, dengan dibantu menantunya, ia mencari atap rumahnya yang terbang tersebut, tapi tidak ada. "Jangankan ada yang terlihat, sisa-sisanya saja sudah tidak ada entah ke mana hilangnya saya tidak tahu," katanya.

Kejadian seperti ini sudah dua kali menerpa kawasan Perumnas Batu Silira. Namun kejadian yang pertama kali itu tidak separah kemarin. Kejadian pertama hanya menimbulkan kerusakan ringan saja dan tidak sampai merobohkan rumah.(ins)

Friday, February 16, 2007

Korban Puting Beliung Terima Bantuan

umat, 5 Januari 2007

Radar Banjarmasin
PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tala tidak ingin dikatakan lamban dalam menangani musibah yang menimpa warganya. Karena itu, pemkab pun segera menyalurkan bantuan untuk korban angin puting beliung yang terjadi pada Selasa dan Rabu kemarin.

Bantuan untuk korban bencana di Kelurahan Karang Taruna Jl Telaga Daim dan Desa Sungai Riam, diserahkan Bupati Tala Drs H Adriansyah di rumah salah seorang tokoh masyarakat di Jl Telaga Daim RT 10. Siangnya Bupati meluncur ke Desa Tanjung untuk menyerahkan bantuan yang sama, tepatnya di Masjid Darul Muhajirin RT 17.

Adapun bantuan yang diberikan berupa paket sembako terdiri dari 10 kilo beras, minyak goreng, gula, mie instan dan sarden. Masing-masing keluarga korban mendapat bantuan satu paket. Selain itu, Pemkab juga membantu biaya perbaikan rumah warga yang rusak, untuk rumah rusak berat dibantu Rp1.250.000, rusak sedang Rp500 ribu dan rusak ringan Rp200 ribu.

“Dari tiga tempat ini, 4 rumah termasuk rusak berat, sedang 4 buah dan 24 buah rusak ringan,” ujar Camat Pelaihari Drs Abdul Wahab.

Bupati Aad dalam sambutannya sebelum acara penyerahan, kepada para korban bencana mengingatkan agar bisa bersabar atas kejadian ini dan dapat mengambil hikmahnya.

“Setiap kejadian pasti ada hikmahnya, mungkin dengan bencana ini Allah ingin mengangkat derajad warga di sini,” ujar Aad menghibur warganya.

Meski demikian, Aad berharap kepada warganya, selalu berdoa agar bala bencana tidak terjadi lagi di daerah ini.

Terkait bantuan yang diberikan, menurut Aad mungkin tidak semua bisa mengganti kerugian warga, namun setidak-tidaknya diharapkan dapat meringankan beban. Kepada tetangga yang lebih beruntung, Bupati meminta untuk turut membantu.

“Misalnya uang yang dibantu pemerintah, paling-paling cukup untuk membeli kayu atau seng, tapi tidak cukup membayar upah tukang, tolong warga di sekitarnya membantu secara bergotong royong,” pintanya.

Sementara itu, Ansori (60) warga Desa Sungai Riam RT 5, korban angin puting beliung pada Selasa (2/1) pukul 11.00, hingga rumahnya mengalami rusak parah mengaku, baru pertama kali mendapati kejadian seperti ini dikampungnya.

“Anginnya kencang sekali, seluruh atap seng rumah saya lepas, bata dindingnya juga ambruk,” ujar Ansori.

Karena itu, ia memperkirakan bantuan yang baru saja diterimanya masih belum cukup untuk melakukan perbaikan. Tapi ia tetap berterima kasih kepada pemkab yang segera memberikan bantuan.

Ansori pun berharap, bisa segera memperbaiki rumahnya, karena ada 7 orang yang selama ini berteduh di rumah sederhana berukuran 80 meter persegi itu. (bin)

Puting Beliung Hantam Pelaihari

Rabu, 3 Januari 2007/ Radar Banjarmasin


PELAIHARI - Angin puting beliung kembali menghantam kota Pelaihari dan memporak porandakan puluhan rumah serta merobohkan pohon-pohon besar dan papan reklame. Menurut informasi yang berhasil didapat wartawan koran ini dari Camat Pelaihari Drs Abdul Wahab, sejak Senin (1/12) sampai kemarin pagi telah terjadi 3 kali hantaman angin puting beliung di wilayahnya.

Pertama pada Senin (1/1) sore angin menghantam wilayah Desa Sungai Riam -sekitar 15 kilometer dari kota Pelaihari- dan sebuah rumah di Kelurahan Karang Taruna. Kemudian pada Selasa (2/1) dini hari sekitar pukul 02.00, giliran Desa Tanjung Kecamatan Pelaihari yang diamuk angin puting beliung ketika penduduknya tengah terlelap. Akibatnya, 8 rumah yang berada di RT 17 dan 18 Dusun 1 B mengalami kerusakan berat.

"Beberapa pohon besar ikut tumbang, untungnya tidak menghantam rumah warga," ujar Wahab ketika ditemui di lokasi bencana Jl Telaga Daim.

Pagi harinya, sekira pukul 10.30 wita, hujan kembali turun disertai angin kencang. Kali ini giliran 12 rumah di RT 10 RW 1 Jl Telaga Daim Kelurahan Karang Taruna yang rusak. Paling parah menimpa rumah Masniah (50), janda yang bekerja pada bagian loundry RSUD H Boejasin.

Wanita paro baya itu kaget menyaksikan seluruh bagian atap rumahnya terbuka dan diterbangkan angin, kemudian jatuh berserakan di atas lahan kosong sekitar 30 meter dari rumah tersebut. Kejadian ini pun sempat membuat panik ibu-ibu dan anak kecil yang tinggal di rumah.

"Saya tadi lagi kerja, lalu dikabari kalau rumah dihantam angin," ujar Masniah yang menuturkan kalau ia tinggal bersama anak dan cucunya di rumah berkonstruksi kayu itu.

Selain merusak rumah warga, angin juga merobohkan dua baliho. Satu baliho di depan Bajuin Plasa dan satu lagi di simpang tiga parit. Lokasi robohnya kedua baliho ini berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi serangan angin puting beliung di Kelurahan Karang Taruna.

Sementara itu, di Desa Ambungan masih di Kecamatan Pelaihari, angin merobohkan pohon kelapa yang menghantam kabel listrik tegangan tinggi di pinggir Jl A Yani kilometer 5. Akibatnya listrik dipadamkan selama petugas PLN melakukan perbaikan dan baru menyala pukul 17.30 Wita.

Bupati Tala Drs H Adriansyah yang mendengar warganya terkena musibah langsung mengunjungi lokasi di Jl Telaga Daim. Kepada para korban Aad meminta untuk terus waspada dengan bencana serupa. Khusus untuk rumah Ny Masniah, bupati menjanjikan akan segera membantu material, sedangkan untuk tenaga kerjanya diharapkan masyarakat bisa bergotong royong. "Saya rasa rumah ibu ini yang harus diperbaiki segera, karena kerusakannya paling parah," ujar Aad. (bin)

[ Kemb

Puting Beliung Mengancam

Senin, 08 Januari 2007 00:48

Banjarbaru, BPost
Meski badai isobel telah berhenti, ancaman bencana alam berupa terjangan angin puting beliung lokal diramalkan bakal menyerang Kalsel dalam beberapa hari ke depan.

Dwi Agus Priyono, Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandara Syamsudin Noor di Landasan Ulin Banjarbaru menyebutkan, pantauan satelit di tempatnya menangkap adanya pergerakan alam yang mengarah pada terjadinya angin dengan kekuatan besar. Angin berkekuatan hingga 30 knot masih berpotensi terjadi di Kalsel.

"Isobelnya sudah sangat jauh dari Kalsel. Energinya sekarang masuk ke daratan dan sudah hilang sama sekali. Yang rawan justru terjadinya angin puyuh atau puting beliung lokal," terangnya.

Potensi angin lokal di udara berpeluang lebih besar terjadi pada ketinggian antara 10 ribu hingga 15 ribu kaki dari permukaan laut dengan kekuatan 30 knot.

Di Kalsel, dominasi pola angin Utara Selatan masih memiliki kontribusi memunculkan serangan angin besar.

Jika angin datang dalam kondisi awan comulunimbus (CB) sedang aktif di daerah itu maka kemungkinan semakin memperkuat angin di daerah-daerah pertemuan.

Kekuatan angin itu bakal lebih dahsyat bila terjadi di daerah bebas hambatan seperti tanah lapang. Di perkotaan angin melemah karena terhalang rapatnya bangunan. niz

Copyright © 2003 Banjarmasin Post