Tuesday, September 23, 2008

Bencana Alam Telan 11 Orang

Rabu, 24 September 2008 01:27 redaksi

BANJARMASIN - Selama tahun 2008 (Januari-September), akibat bencana alam seperti banjir dan angin ribut atau angin puting beliung di Kalimantan Selatan mengakibatkan 11 orang warga masyarakat meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kalsel, Hm Bahriar Hanafi, SH MSi, melalui Kasubdin Bina Organisasi dan Penanggulangan Bencana (BOPB), Drs H Jakaria, kemarin, menyebutkan, korban meninggal dunia itu terbanyak dari Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) sebanyak lima orang.

Selain itu, korban meninggal dunia lainnya dari Kabupaten Tanah Laut (Tala) sebanyak empat orang, Kabupaten Kotabaru dan Kota Banjarmasin masing-masing satu orang.

Sedangkan korban luka-luka sebanyak 12 orang yakni di Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak enam orang, Kota Banjarbaru empat orang dan Kota Banjarmasin satu orang.

Dia menjelaskan, kerugian akibat bencana alam di Kalsel tahun 2008, hingga September mencapai Rp2,410 miliar atau mengalami penurunan dibandingkan bulan yang sama tahun 2007 lalu yang mencapai Rp5,788 miliar.

Kerugian bencana alam di Kalsel yang mencapai Rp2,410 miliar tersebut, terbanyak dialami masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mencapai Rp1,240 miliar, disusul Kabupaten Banjar sekitar Rp855 juta.

Sementara itu, tiga daerah lainnya di pesisir timur Kalsel yakni Kabupaten Kotabaru, Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu, tidak ada laporan kerugian akibat bencana banjir tersebut, padahal banjir di tiga daerah itu paling sering tahun 2008 ini.

"Kita mengingatkan warga masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir di Kalsel untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir lagi pada akhir tahun 2008," katanya.

Dia menjelaskan, musibah banjir di Kalsel hingga bulan September 2008 sebanyak 21 kali, terbanyak di Kabupaten Tanah Laut sebanyak enam kali, disusul Kabupaten Tanah Bumbu empat kali dan Kabupaten Kotabaru tiga kali.

Selain itu, di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan masing-masing sebanyak dua kali, kemudian tanah longsor dua kali di Kabupaten Tabalong.

Selanjutnya, angin ribut atau angin puting beliung selama tahun 2008 ini sebanyak 17 kali, terbanyak di Kabupaten Banjar sebanyak lima kali, disusul Kabupaten HSS empat kali, Banjarmasin dan Kabupaten HSU masing-masing dua kali.

Kemudian, Kabupaten Tabalong, Kotabaru, Kabupaten Tapin dan Kota Banjarbaru masing-masing sekali, sementara itu bencana alam lainnya gempa bum, sekali di Kabupaten HSS dan sekali di Kabupaten Kotabaru.

Akibat bencana alam itu, menyebabkan 22.853 kepala keluarga (KK) atau 66.667 jiwa menjadi korban, terbanyak korban berasal dari Kabupaten HSS mencapai 8.602 KK atau 9.089 jiwa, disusul Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 6.929 KK atau 32.365 jiwa.

Bencana alam di Kalsel tersebut menyebabkan empat buah rumah penduduk rusak total, sembilan buah rumah rusak berat dan 10 buah rumah rusak ringan. ani/mb05

Monday, September 22, 2008

4 Kabupaten di Kalsel Rawan Longsor

Selasa, 23 September 2008 | 09:20 WIB

BANJARMASIN, SELASA - Para pemudik Idulfitri 1429 Hijriah/2008 diminta mewaspadai daerah rawan longsor di empat kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan.
"Longsor kerap terjadi di wilayah empat kabupaten. Keadaan tersebut sangat membahayakan pengendara kendaraan bermotor, termasuk pemudik," kata Direktur Lalu  Lintas Polda Kalsel, Kombes Agung Budi, di Banjarmasin, Selasa.
Ia menyarankan para pengguna jalan raya agar selalu berhati-hati saat melintasi jalan yang rawan longsor itu. Jalan rawan longsor yang masuk dalam data Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel saat ini adalah jalan menuju Desa Batung Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin. Kemudian di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yakni di Jalan Desa Ajung Tabalik Km 21; di Kabupaten Balangan terdapat dua jalan yang rawan longsor yaitu Jalan Desa Hujan Emas Kecamatan Paringin dan Jalan Desa Kusambi.
Sementara itu, untuk Kabupaten Tanah Bumbu juga terdapat dua ruas jalan yang rawan longsor yaitu Jalan Desa Pulau Salak Km 230 Kecamatan Pagatan dan Jalan Desa Mentewe Km 57 Kecamatan Mentewe.

Friday, September 19, 2008

Gubernur Janji Kaji Bersama Atasi Banjir

Sabtu, 20 September 2008 13:29 redaksi

BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan, H Rudy Ariffin, berjanji akan melakukan kajian bersama dengan Balai Besar Bina Marga dan Balai Besar Sumber Daya Air, terkait upaya mengatasi banjir di pesisir timur Kalsel.

"Kita akan mengkaji bersama penyebab dan bagaimana upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi bencana banjir di kawasan pesisir timur Kalsel," ujarnya di Desa Sebamban Kampung, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Rabu (18/9).

Pernyataan orang nomor satu di jajaran Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel itu disampaikan seusai melakukan peninjauan ruas jalan trans Kalimantan lintas selatan yang terkena banjir beberapa waktu lalu.

Menurut Rudy, dari hasil peninjauan di lapangan ternyata ada empat titik di ruas jalan trans Kalimantan lintas selatan yang paling rawan terhadap banjir, mulai dari Kabupaten Tanah Laut, Km 119 hingga Km 206, Kabupaten Tanah Bumbu.

Dari hasil kajian bersama tersebut, kata Rudy, baru bisa diambil langkah-langkah untuk mengatasi banjir yang setiap hujan lebar akan menyebabkan banjir yang cukup deras sehingga mengganggu aktifitas warga masyarakat.

Dia mengatakan, melalui pengkajian bersama tersebut mungkin saja di empat lokasi yang paling rawan banjir tersebut nantinya akan dibangun jembatan layang atau dibuat gorong-gorong yang besar sehingga air cepat sampai ke laut.

Bahkan banjir yang melanda daerah tersebut awal September 2008 lalu, menyebabkan lalulintas lumpuh terutama di empat titik yang paling rawan banjir tersebut, karena ketinggian air lebih dari satu meter di ruas jalan trans Kalimantan.

Seperti diketahui, ruas jalan trans Kalimantan lintas selatan yang terkena banjir tersebut telah sedang dalam tahap pekerjaan dari sejumlah kontraktor, namun belum dilakukan pengaspalan untuk peningkatan kapasitas jalan.

Untuk empat titik yang mengalami kerusakan itu, direncanakan perbaikan teknis, tentunya hal itu merupakan pekerjaan tambahan dari pihak kontraktor.

Ketika melakukan peninjauan ruas jalan trans Kalimantan lintas selatan yang rusak akibat banjir itu, Gubernur H Rudy Ariffin, antara lain didampingi Wakil Bupati Tanah Bumbu, H Abdul Hakim dan Kepala Dinas Kimpraswil Kalsel, Ir HM Arsyadi, ME.